Minggu, 17 Oktober 2010

Analisa komparasi Knalpot Ninja 250R

Meski sudah mengusung performa dahsyat dari sononya, ternyata masih saja banyak pemilik Kawasaki Ninja 250R yang tak puas sama larinya.

Sehingga peranti pendongkrak tenaganya pun lantas diburu. Salah satunya yang kerap jadi pilihan pertama adalah knalpot free flow. Karena peranti ini cukup menyumbang performa lumayan banyak tanpa perlu korek mesin.

Uniknya, meski dibanderol mahal sekalipun, terutama untuk produk luar, tetap saja ditebus. Sebab diyakini mampu menghasilkan performa lebih baik.

Padahal belum tentu demikian. Buatan-buatan lokal tak bisa dipandang sebelah mata, lo. Enggak percaya? Simak ulasan berikut ini sekaligus pembuktian lewat pengukuran dynamometer milik Bintang Racing Team (BRT) di Cibinong, Jabar.

Monster
Di-develop sendiri oleh Ngayun Speed yang beralamat di Jl. Raya Panjang No.1, Kebon Jeruk, Jakbar. Bahan pipa maupun silencer-nya stainless, sehingga lebih tahan karat. Dibanderol Rp 1,5 juta.

Pemakaian knalpot ini saat diuji pada Ninja 250 standar yang baru menempuh jarak sejauh 741 km ini mampu mendongkrak horse power 1,57 dk. Yakni dari 24,24 dk/11.000 (standar) jadi 25,81 dk di putaran 12.050 rpm. Sayang torsi puncak malah turun dari 13,56 lb.ft (18,38 Nm)/9.800 rpm (standar) jadi 13,20 lb.ft (17,9 Nm)/6.000 rpm.

“Secara grafik sih torsi di putaran bawahnya jadi lebih bagus. Namun masuk 7.250-11.000 rpm torsinya melemah. Tapi itu bisa diperbaiki dengan melakukan setting ulang karburator,” analisa Slamet, mekaknik BRT yang bertindak sebagai operator dyno.

Pitstop
Juga dari stainless. Namun pada permukaan silencer yang dibentuk three oval dilapis fiberglass yang kemudian dimotif carbon look. Sehingga secara tampilan jadi tampak eksklusif, sekaligus bisa meredam panas yang timbul. Penggarap knalpot seharga Rp 3 juta ini, bengkel Pitstop di Jl. Raya Pesanggrahan No.8, Srengseng, Jakbar.

Dari hasil dyno, knalpot ini berhasil mengerek tenaga maksimum Ninja 250 sebanyak 2,43 dk di putaran yang lebih tinggi, yakni 11.400 rpm. Torsi di putaran 4.800-8.000 rpm pun meningkat. Meski di 8.600–10.000 rpm torsinya menurun.

AHRS F4
Jagoan terbaru Asep Hendro Racing Sport (AHRS) di Jl. Tole Iskandar, Depok Timur, Jabar ini dilego seharga Rp 2,2 juta. Juga dari stainless dengan bentuk silencer bulat biasa yang permukaannya diberi ulir. Menurut H. Asep Hendro, produk perdananya buat Ninja 250 ini masih belum maksimal.

“Kami masih terus meriset yang lebih oke lagi. Rencananya bakal dikeluarkan lagi versi terbaru dengan desain lebih futuristik,” bilang Juragan, sapaan akrabnya. Meski begitu, bila dibanding rival-rivalnya, saluran gas buang berlabel F4 menghasilkan power dan torsi yang cukup baik.

Yakni mampu meningkatkan daya kuda sebanyak 3,28 dk, yakni jadi 27,52 dk di 12.000 rpm. Sementara torsi naik sebanyak 0,05 lb.ft (0,6 Nm) di putaran 8 ribuan.

Sportisi Motorsport VR6
Setelah sukses membuat knalpot Ninja 250 versi pertama yang berhasil dilego hingga ke negeri Paman Sam, Sportisi Motorsport (SM) di Jl. Raya Cempaka Putih, Jakpus kembali melansir versi terbaru, yakni VR6 ini. Ada 2 tipe yang dikeluarkan; silncer panjang seharga Rp 2,4 juta dan pendek Rp 2,2 juta.

Nah, yang kami tes adalah tipe yang disebut terakhir. “Tipe ini sengaja dirancang buat mengail torsi besar di putaran bawah. Cocok buat pemakaian harian di perkotaan. Buka-bukaannya jadi lebih galak,” terang Bram dan Wahyu Dwinanto, penggawang SM.

Terbukti dari hasil tes, knalpot ini mampu meningkatkan torsi maksimum dari 13,56 lb.ft (18,38 Nm) jadi 13,59 lb.ft (18,42 Nm). Itu pun sudah dicapai pada putaran rendah (7.000 rpm). Sementara tenaga puncak terkerek sebanyak 2,38 dk jadi 26,62 dk di 11.250 rpm.

Ngayun Speed, 021-70657163
Pitstop, 021-92900013
Sportisi Motorsport, Telp. 021-32244588
AHRS Building, 021-77820649

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008